tugas mata kuliah teori komunikasi



Modul

”Teori Komunikasi”

Nadya Lestari
201610415059
Fakultas Ilmu Komunikasi
Kelas 2a
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Dosen : Windhi Adi Yoga









Kata Pengantar

Segala Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala Rahmat-Nya sehingga modul “Teori Komunikasi” ini dapat tersusun hingga selesai dan tepat waktu.
Besar harapan saya agar modul ini dapat bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca. Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya. Saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu saya sangat mengaharapkan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan modul saya.
Akhir kata penulis berharap semoga modul ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi siapa saja yang memerlukannya dimasa yang akan datang.

                                                                                               
                                                                                                                      Bekasi, 25 April 2017


                                                                                                                                    Penulis














ii
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Perkembangan teori komunikasi sejak tahun-tahun awal menyertakan sebuah gerakan dari sejumlah teori yang dipinjam dari bidang-bidang lain kedalam teori-teori yang diciptakan oleh para akademisi Ilmu Komunikasi dan disebarkan oleh karya dari bidang-bidang lain yang lebih luas. Teori-teori ini telah bergerak dari sebuah kelompok orang-orang baru yang kecil ke sebuah badan yang berisi pemikiran-pemikiran yang tersusun dan berkembang dengan baik. Komunikasi juga telah bergerak dari sejumlah kecil teori-teori yang besar, masing-masing memiliki hubungan.
Teori Komunikasi bukan satu-satunya tulisan yang ada pada subjek ini, tetapi merupakan karya yang paling tua pada bidang ini dan menempati posisi yang istimewa karena mampu merefleksikan bayaknya putaran dan kelokan serta semakin matang dalam bidang ini selama tiga dekade
Dua elemen komunikasi yang bersilangan-kontek dan tradisi-tradisi teoritis. Ada banyak tradisi dalam teori komunikasi dan akan dijelaskan dalam modul ini, beserta tema dari teori komunikasi tersebut dan apa tradisi yang digunakan dalam teorinya
Sebelumnya mingkin tidak terpikirkan oleh kita bahwa komunikasi yang kita bangun dapat dijelaskan oleh teori.memang tidak semua kejadian di dunia ini dapat dijelaskan dengan teori, akan tetapi teori komunikasi bisa dijadikan untuk memahami sebagan besar kejadian di muka bumi. Sebelum masuk dalam pembahasan kita harus memahami terlebih dahulu apa itu komunikasi dan juga teori?
Komunikasi adalah proses sistematis individu dalam berinteraksi lewat symbol untuk menciptakan interpretasi dalam makna (Julian Wood). Sedangkan Teori adalah gambaran dari sesuatu, bagaimana dia bekerja, bagaimana dia berproses, apa penyebabnya dan apa masalahnya. Sehingga dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa teori komunikasi adalah sebuah sistem atau konsep yang digunakan untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi.

B.     Pembahasan Modul
a.      Paradigma
b.      7 Tradisi Teori Komunikasi
c.       Teori Komunikasi
-          Tema
-          Tradisi
-          Teori






1
BAB II
PEMBHASAN

A.   Paradigma
Paradigma adalah garis pandang/ cara pandang . Paradigma ilmu komunikasi berdasarkan metodologi penelitiannya menurut Dedy N. Hidayat yang mengacu pada Guba dibagi 3 (tiga) yaitu:
1.      Paradigma Positivisme mendefinisikan komunikasi sebagai sesuatu proses linear atau proses sebab akibat, yang mencerminkan pengiri pesan
-          Agenda setting Theory
Asumsi dasar:
Asumsi teori ini adalah bahwa media massa memiliki peran yang sangat besar dalam mempengaruhi khalayak.
Contonnya: media masa khususnya televisi dalam memberitaka isu tentang pemilihan calon Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta. Dimana media massa banyak merefleksikan apa yang dikatakan para kandidat dalam suatu kampanye pemilu.

-          Cultivation Theory
Asumsi dasar:
Asumsi teori ini adalah televise mempengaruhi public dalam rangka menerjemahkan fenomena-fenomena yang terjadi disekitarnya.
Conthnya: pemberitaan tentang tawuran antar pelajar sehingga terjadinya pembunuhan. Pemberitaan tersebut telah membuat resah orang tua yang takut menyekolahkan anak-anak mereka disekolah umum.
2.      Paradigma Konstruktivisme
-          Theory interaksi simbolik
Asumsi dasar:
Teori ini adalah seseorang akan bertindak dengan apa yang dia terima berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepadanya
Contohnya: misalnya seoran dosen muda yang telah bergelar professor dalam bidang pendidikan. Beliau akan bertindak sebagaimana apa yang melekat pada dirinya



2
-          Theory kepuasan dan kegunaan
Asumsi dasar:
Asumsi teori ini adalah khalayak sudah aktif dan tidak lagi sebagai penerima pasif atas apa yang diberikan oleh media massa.
Contohnya: pemberitaan infotaiment yang marak-maraknya menjadi program unggulan televise
3.      Paradigma Kritis
Teori kriti lahir sebagai koreksi dari pandangan konstruktivisme yang kurang senitif pada proses produksi dan reproduksi makna yang terjadi secara historis maupun intitusional. Analisis teori kritis tidak berpust pada kebenaran/ketidakbenaran struktur tata bahasa atau proses penafsiran seperti pada konstruktivisme.


B.   7 Tradisi Teori Komunikasi

1.      Tradisi Semiotik
Semiotik atau penyelidikan simbol-simbol, membentuk tradisi pemikiran yang penting dalam teori komunikasi. Tradisi semiotic terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan dan kondisi diluar tanda-tanda itu sendiri.
·         Gagasan utama dari tradisi semiotik
Konsep dasar yang menyatukan tradisi ini adalah tanda yang didefinisikan sebagai stimulus seperti ketika asap menandakan adanya api. Konsep dasar kedua adalah simbol yang biasanya menandakan tanda yang kompleks dengan banyak arti, termasuk arti yang sangat khusus.Pierce mendifinisikan semiosis sebagai hubungan diantara tanda, benda dan arti.
·         Variasi dalam tradisi semiotik
Semiotik selalu dibagi kedalam tiga wilayah kajian-semantik, sintaktik, dan pragmatic.
Semantic berbicara tentang bagaimana tanda-tanda berhubungan dengan yang ditunjukan atau apa yang ditunjukan oleh tanda-tanda. Sebagai contoh : kamus merupakan buku referensi semantik; ia mengatakan arti kata atau apa yang mereka representasikan. Oleh karena itu, pertanyaan semantik yang lebih halus,”arti-arti apa saja yang dibawa oleh tanda kedalam pikiran seseorang dalam suatu situasi?” penelitian Martyna tentang kata ganti yang dijelaskan sebelumnya ditanamkan dengan kuat dalam cabang semantik pada semiotic.

3
Wilayah kajian kedua dalam semiotic adalah sintaktik atau kajian hubungan diantara tanda-tanda. Sintaktik mengacu pad aturan-aturan yang dengannya orang mengombinasikan tanda-tanda selalu dipahami dalam kaitannya dengan tanda-tanda lain.
Pragmatic, kajian utama semiotic yang ketiga, memperlihatkan bagaimana tanda-tanda membuat perbedaan dalam kehidupan manusia atau penggunaan praktis serta berbagai akibat dan pengaruh tanda pada kehidupan social. Oleh karena itu, pragmatic saling melengkapi dengan tradisi social budaya.

2.      Tradisi Fenomenologis
Teori dalam tradisi fenomenologis berasumsi bahwa orang-orang secara aktif menginterpretasi pengalaman-pengalamannya dan mencoba memahami dunia dengan pengalaman pribadinya. Tradisi ini memperhatikan pada pengalaman sadar seseorang. Proses mengetahui dengan pengalaman langsung merupakan wilayah kajian fenomenologis, tradisi kedua kita dalam kajian komunikasi.

·         Gagasan utama dari tradisi fenomenologis
Istilah phenomenon mengacu pada kemunculan sebuah benda, kejadian, atau kondisi yang dilihat. Maurice Merleau-Ponty, pakar dalam tradisi ini menuliskan bahwa “semua pengetahuan akan dunia, bahkan pengetahuan ilmiah saya, diperoleh dari beberapa pengalaman akan dunia.”
Stanley Deetz menyimpulkan tiga prisip dasar fenomelogi : pertama, pengetahuan ditemukan secara langsung dalam pengalaman sadar-kita akan mengetahui dunia ketika kita berhubungan dengannya. Kedua, makna benda terdiri atas kekuatan benda dalam kehidupan seseorang. Ketiga, adalah bahwa bahasa adalah merupakan kendaraan makna.
·         Keragaman dalam tradisi fenomenologis
Tiga kajian pemikiran umum membuat beberapa tradisi fenomenologis:
-          fenomelogis klasik biasanya dihubungkan dengan Edmund Husserl, pendiri fenomenologi modern. Pendekatan Husserl dalam fenomenologis sangat objektif; dunia dapat dialami tanpa harus membawa kategori pribadi seseorang agar terpusat pada proses
-          fenomenologi persepsi, sebuah reaksi yang menentang objektivitas sempit milik Husserl. Baginya manusia merupakan sosok gabungan antara fisik dan mental yang menciptakan makna di dunia

4
-          fenomenologi hermeneutic, tradisi ini lebih luas dalam bentuk penerapan yang lebih lengkap pada komunikasi
bagi kebanyakan ahli, tradisi fenomenologis itu naif. Bagi mereka, kehidupan dibentuk oleh kekuatan-kekuatan yang kompleks dan saling berhubungan, hanya beberapa diantara saja yang dapat diketahui dengan sadar hanya dengan melihat dan memikirkannya.

3.      Tradisi Sibernetika
Sibernetika merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang yang didalamnya banyak orangsaling berinteraksi, memengaruhi satu sama lainnya. Teori-teori dalam tradisi sibernetika mmenjelakan bagaimana proses fisik, biologis, social dan perilaku bekerja.
·         Gagasan utama dari tradisi sibernetika
Ide sistem membentu inti pemikiran sibernetika. Sistem merupakan seperangkat komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang bersama-sama membentuk sesuati yang lebih dari sekedar jumlah bagian-bagian.
Dalam sistem yang kompleks, sejumlah putaran timbal balik menghubungkan semua bagian. Putaran timbal balik ini disebut network (jaringan).
·         Keberagaman dalam tradisi sibernetika 
Istilah sibernetika sangat membingungkan karena istilah tersebut dapat diaplikasikan, baik pada tradisi umum maupun pada kajian sibernetika yang lebih spesifik, yang merupakan satu diantaranya variasinya.
            Tradisi ini menggunakan prinsip-prinsip sistem yang menunjukan bagaimana benda-benda dalam banyak kajian yang berbeda serupa satu sama lainnya, membentuk kosakata umum bagi komunikasi dalam banyak kajian.
Tradisi sibernetika menjadi bagian dalam komunikasi yang popular dan berpengaruh, sehingga bermanfaat bagi pemahaman komunikasi secara umum, sama halnya dengan komunikasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

4.      Tradisi Sosiopsikologis
Kajian individu sebagai makhluk social merupakan tujuan dari tradisi sosiopsikologis. Berasal dari kajian psikologi social, tradisi ini memiliki tradisi yang kuat dalam komunikasi. Teori-teori tradisi ini berfokus pada perilaku social individu, variable psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi, serta kognisi.
Oleh kerena itu, hampir tidak mengejutkan jika penjelasan-penjelasan psikologi telah menarik para ahli komunikasi, terutama dalam kajian perubahan sikap dan efek-efek interaksi.
5
·         Gagasan utama dari tradisi sosiopsikologis
Banyak karya komunikasi terbaru dalam tradisi ini yang memperhetikan pada persuasi dan perubahan sikap-pemrosesan pesan, bagaimana penerimaan pesan memproses informasi pesan, dan efek pesan pada individu.
Saat ini, kebanyakan teori komunikasi sosiopsikologis lebih berorientasi pada sisi kognitif, yaitu memberikan pemahaman tentang bagaimana manusia merespon informasi. Banyak dari karya dalam tradisi ini berasumsi bahwa mekanisme-mekanisme pemrosesan informasi manusia berada diluar kesadaran kita.
Beberapa tema yang berada dalam tradisi sosiopsikologis:
1.      Bagaimana perilaku komunikasi individu dapat diprediksi?
2.      Bagaimana individu memperhitungkan dan mengakomodasi situasi-situasi komunikasi yang berbeda?
3.      Bagaimana pelaku komunikasi mengadaptasi perilaku mereka?
4.      Bagaimana ekspetasi dibentuk dalam interaksi dengan orang lain?

·         Keragaman dalam tradisi sosiopsikologis
Tradisi dalam sosiopsokologis dapat dibagi dalam tiga cabang besar:
-          Perilaku
-          Kognitif
-          Biologis
Teori-teori ini mulai diakui pada tahun 1990an, mungkin paling baik dikatakan psikobiologis, yang mungkin berupa tradisi yang muncul didalamnya

5.      Tradisi sosiokultural
Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukan cara pemahaman kita terhadap makna, norma, peran dan peraturan yang dijalankan secara interaksif dalam komunikasi.
·         Gagasan utama dari tradisi sosiokultural
Banyak teori-teori sosiokultural juga memfokuskan pada bagaimana identitas-identitas dibangun melalui interaksi dalam kelompok social dan budaya. Para ahli sosiokultural memfokuskan diri pada bagaimana identitas dinegosiasikan dari satu situasi ke situasi lainnya.


6
·         Keberagaman dalam tradisi sosiokultural
Ide pokok dari paham interaksi simbolis telah diadopsi dan dielaborasi oleh banyak pakar social serta saat ini dimasukan dalam kajian kelompok, emosi, diri, politik, dan struktur social.
Sudut pandang kedua yang sangat berpengaruh pada pendekatan sosiokultural adalah paham konstruktivisme social. Pengaruh ketiga dalam tradisi sosiokultural teori komunikasi adalah sosiolinguistik atau kajian bahasa dan budaya.
Sudut pandang lain yang berpengaruh dlam pendekatan sosiokultural adalah etnografi atau observasi tentang  bagaimana kelompok social membangun makna melalui perilaku linguistic dan nonlinguistic mereka.

6.      Tradisi Kritik
Tradisi kritik berlawanan dengan banyak asumsi dasar dari tradisi lainnya
·         Gagasan utama dari tradisi kritik
Tradisi kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar, struktur kekuatan dan keyakinan. Teori kritik pada umumnya tertarik dengan membuka kondisi-kondisi social yang menindas dan rangkaian kekuatan untuk mempromosikan emansipasi atau masyarakat yang lebih bebas. Menciptakan kesadaran untuk menggabungkan teori dan tindakan.
·         Keberagaman dalam tradisi kritik
Teori kritik saat ini sering dinamakan “neo marxis” atau “marxis”. Saat ini teori kritik maxis sangat berkembang, meskipun teori ini telah bercabang dan multiteoretis.
Frankfurt School adalah cabang kedua dari teori kritik dan faktanya sangat bertanggung jawab terhaadap kemunculan istilah critical theory.

7.      Tradisi Retorika
Kata retorika sering mengalami penyempitan makna kosong atau kata-kata ornament yang berlawanan dengan tindakan. Fokus dari retorika telah diperluas bahkan lebih mencakup segala cara manusia dalam menggunakan simbol untuk memengaruhi lingkungan disekitarnya dan untuk membangun dunia tempat mereka tinggal.
·         Gagasan utama tradisi retorika
Pusat dari tradisi retorika adalah kelima karya agung retorika-penemuan, penyusunan, gaya, penyampaian, dan daya ingat. Banyak orang memandang retorika sebagai sinonim istilah komunikasi dan keputusan untuk menggunakan istilah retorika bergantung pada tradisi filosofi yang paling sesuai dengan yang anda diidentifikasi.
7
·         Keragaman dalam Tradisi Retorika
Retorika memiliki makna yang berbeda dalam periode yang berbeda sehingga menyebabkan kekacauan dalam pemaknaan kata. Sebagian beasr ahli teori retorika saat ini menganut paham pada beberapa tingkatan gagasan bahwa menusia menciptakan dunia-dunia mereka melalui simbol-simbol bahwa dunia yang kita kenal merupakan salah satu yang ditawarkan kepada kita oleh bahas kita.

C.   TEORI KOMUNIKASI
1.      Pelaku Komunikasi
·        Tradisi sosiopsikologis
a.       Model factor-sifat
Salah satu factor sifat yang paling terkenal adalah yang dipaparkan olek Digman. Model ini mengidentifikasi lima factor yakni:
1.      Neuroticism atau kecenderungan untuk merasakan emosi negative dan kesedihan
2.      Extraversion atau kecenderungan untuk menikmati berada dalam kelompok, menjadi tegas, dan berpikir optimis
3.      Openness atau kecenderungan untuk menjadi reflektif, memiliki imajinasi dan menjadi pemikir mandiri
4.      Agrebleness atau kecenderungan untuk menyukai dan menjadi simpatik kepada orang lain
5.      Conscientiousness atau kecenderungan menjadi pribadi yang disiplin
b.      Sifat, watak dan biologis
Digman dan para pakar ini menyatakan bahwa perilaku dalam komunikasi memunculkan beragam kombinasi dari ketiga factor tersebut :
1.      Focus keluar (extraversion)
2.      Kecemasan (neuroticism)
3.      Kurangnya pengendalian diri (psychotocism)
c.       Kognisi dan pengolahan informasi
d.      Teori atribusi
Bermula dengan gagasan bahwa setiap individu mencoba untuk memahami perilaku mereka sendiri dan orang lain dengan mengamati bagaimana sesungguhnya setiap individu berprilaku.
e.       Teori penilaian social
Sebuah karya dalam ilmu psikologi social, berfokus pada bagaimana kita membuat penilaian mengenai pernyataan yang kita dengar.





8
f.       Teori kemungkinan elaborasi
Richard Petty dan John Cacioppo merupakan psikologi social yang mengembangkan teori kemungkinan elaborasi untuk membantu kita memahami semua perbedaan ini. Teori ini mencoba untuk menjelaskan dengan cara yang berbeda dimana anda mengevaluasi informasi yang anda terima. Kemungkinan elaborasi adalah suatu kemungkinan bahwa anda akan mengevaluasi informasi secara kritis. Kecenderungan elaborasi ini adalah sebuah variable yang berarti bahwa teori ini dapat menyusunnya dari yang kecil kepada yang lebih besar.
Pelajaran dari teori ini adalah kita mungkin kelihatannya harus selalu kritis dalam mengevaluasi pesan, tetapi pada praktiknya, sangatlah tidak mungkin untuk focus pada setiap pesan.

·         Tradisi Sibernetika
a.       Teori penggabungan informasi
Pendekatan penggabungan informasi (information-integration) bagi pelaku komunikasi berpusat pada cara kita mengakumulasi dan mengatur informasi tentang semua orang, objek, situasi, dan gagasan yang membentuk sikap atau kecenderungan untuk bertindak dengan cara positif atau negative terhadap beberpa objek.
b.      Nilai ekspetasi
Ahli teori yang terkenal dalam penggabungan informasi adalah Martin Fishbein. Singkatnya, menurut teori nilai ekspetasi, perubaham sikap dapat berasal dari tiga sumber
c.       Teori tindakan yang beralasan
d.      Teori konsisten
e.       Teori penggabungan masalah

·         Tradisi Sosiokultural
a.       Interaksi simbolis dan pengembangan diri
b.      Gagasan Harre mengenai seseorang dan diri sendiri
c.       Pembentukan social mengenai emosi
d.      Pembawaan diri
e.       Teori komunikasi tentang identitas
f.       Teori negosiasi identitas

·         Tradisi Kritik
a.       Teori sudut pandang
b.      Identitas yang dibentuk dan ditampilkan
c.       Teori Queer



9
2.      PESAN
·         Tradisi Semiotik
a.       Tradisi simbol Susanne Langer
b.      Pondasi klasik bahasa
c.       Teori-teori sistem Non-verbal
d.      Kode Non-verbal
e.       Proxemics
·         Tradisi Sosiokultural
a.       Teori aksi berbicara
b.      Teori identifikasi Kenneth Burke
c.       Bahasa dan gender
d.      Bahasa layaknya gender

·         Tradisi Sosiopsikologis
a.       Teori penyusunan tindakan
b.      Model peemilihan strategi
c.       Konstruktivisme
d.      Teori kesopanan
e.       Model penyusunan pesan
f.       Logika penyusunan pesan
g.      Teori pengartian secara semantik

·         Tradisi Fenomenologis
a.       Paul Ricour merupakan ahli teori tentang penafsiran yang sangat bergantung pada tradisi fenomenologis dan hermeneutika
b.      Staley Fish adalah seorang kritikus sastra yang paling dikenal dalam bidnag bahasa inggris, kajian sastra dan media.
c.       Hans-Georg Gadamer, menyatakan bahwa individu tidak berdiri terpisah dari segala sesuatu untuk menganalisis dan menafsirkan secara alami sebagai bagian dari keberadaan kita sehari-hari

3.      PERCAKAPAN
·         Tradisi Sosiopsikologis
a.       Mengelola ketidakpastian dan kecemasan
b.      Teori pengurangan ketidakpastian
c.       Pengelola ketidakpastian kecemasan
d.      Akomodasi dan adaptasi
e.       Teori akomodasi (accommodation Theory)
f.       Teori adaptasi (interaction-adaptation Theory)
g.      Teori penyimpangan dugaan (expectancy-violations Theory)
h.      Teori kebohongan Interpersonal (interpersonal-deception Theory)
10
·         Tradisi Sosiokultural
a.       Interaksionisme Simbolis
b.      Teori pemusatan simbolis (symbolic-convergence Theory)
c.       Analisis percakapan
d.      Teori negosiasi rupa (face negotiation Theory)
·         Tradisi Sibernetika
a.       Manajemen keselarasan makna
b.      Makna dan tindakan
c.       Interaksi
d.      Kisah
·         Tradisi Kritis
a.       Teori budaya pendamping (co-cultural Theory)
b.      Perspektif bahasa dalam budaya
c.       Retorika ajakan


4.      HUBUNGAN
·         Tradisi Sibernetika
a.       Pola-pola hubungan interaksi
·         Tradisi sosiopsikologis
a.       Skema hubungan dalam keluarga
b.      Teori penetrasi social
·         Tradisi Sosiokultural
a.       Teori pengelola identitas
b.      Teori dialogis/dialektis
c.       Pengaturan privasi komunikasi
·         Tradisi Fenomenologis
a.       Carl Rogers
b.      Martin Buber

5.      KELOMPOK
·         Tradisi Sosiopsikologis
a.       Analisis proses interaksi
Teori Bales mencakup perilaku komunikasi dari dua kelas dasar, sebuah pembagian yang memiliki pengaruh yang besar sekali dalam sebuah pembagian yang memiliki pengaruh yang besar sekali dalam sebuah kelompok kecil sastra. Pertama, mencakup perilaku emosi social, seperti kelihatannya ramah, menunjukan ketegangan, dan dramatisasi. Kedua, perilaku tugas, disajikan oleh saran, opini dan informasi.

11
·         Tradisi Sibernetika
a.       Teori kelompok terpercaya
Kelompok terpercaya adalah sebuah peristiwa alami kelompok.
b.      Model proses output dan input
Sebuah contoh sederhana dari model ini adalah sebuah kajian kelompok dimana anggota membawa informasi dan sikap mengenai pelajaran kelompok
c.       Analisis interaksi Fisher
Dalam teori pengambilan keputusan ini, Fisher mengutip empat fase melalui tugas kelompok yang cenderung mengolah: orientasi, konflik, keunculan dan penguatan.teori Fisher membuat kita sadar akan pentingnya interaksi sebagai sebuah proses dasar komunikasi yang mengubah input menjadi output.
d.      Teori kerja kelompok efektif antarbudaya
Kelompok yang Oetzel bahas secara budaya berbeda, berarti bahwa pemberdayaan budaya diantara anggota-anggota-kebangsaan etnik, bahasa, gender, jabatan, usia, kelemahan, dan lainnya penting bagi kegunaan kelompok. Perbedaan budaya yang paling penting dibagi dala tiga kelompok:
-          Individualism kolektivisme
-          Kehendak diri
-          Urusan rupa
Oetzel menemukan bahwa jika sebuah kelompok memiliki partisipasi setara, kerjasama, dan komunikasi dengan penuh hormat, anggota akan lebih puas dan akan lebih suka berpartisipasi secara penuh dalam anggota kelompok.
·         Tradisi Sosiokultural
a.       Teori penyusunan
Teori ini menyebutkan bahwa tindakan manusia adalah sebuah proses produksi dan reproduksi dalam berbagai macam sistem social. Dengan kata lain ketika kita berkomunikasi satu sama lain, kita menciptakan struktur yang memberi jarak dari lembaga social dan budaya yang lebih besar dengan hubungan individu yang lebih kecil.
Giddens percaya bahwa penyusunan selalu melibatkan tiga dimensi utama:
-          Sebuah penafsiran atau pemahaman
-          Sebuah rasa moralitas atau tindakan yang layak
-          Rasa berkuasaan dalam bertindak

b.      Teori fungsional
Pendekatan fungsional telah sangat berpengaruh dengan pengajaran pragmatic dalam kelompok diskusi kecil.

12
Versi Dewey dalam proses pemecahan masalah memiliki enam langkah:
-          Mengungkapkan kesulitan
-          Menjelaskan permasalahan
-          Menganalisis masalah
-          Menyarankan solusi
-          Membandingkan alternative dan menguji mereka dengan tujuan dan kriteria yang berlawanan
-          Mengamalkan solusi yang terbaik

c.       Teori pemikiran kelompok
Karya Irving Jais dan koleganya telah berpengaruh kuat dalam tradisi fungsional. Hipotesis pemikiran kelompok (groupthink hypothesis) dikembangkan oleh Janis dan yang lainnya berasal dari sebuaah pengujian keefektifan proses pengambilan keputusan secara mendetail
Pemikiran kelompok adalah sebuah hasil langsung terhadap kepaduan kelompok. Kepaduan (cohesiveness) adalah tingkatan minat ganda diantara anggota kalompok. Kepaduan dapat menjadi baik karena membawa anggotanya bersama dan mempererat hubungan pribadi.
Janis menemukan dalam penelitiannya bahwa pemikiran kelompok dapat menghasilkan sesuatu yang negative:
-          Kelompok membatasi diskusi hanya untuk beberapa alternative tanpa mempertimbangkan kemungkinan kreatif
-          Posisi awal diberikan oleh sebagian besar anggota tidak pernah dikaji kembali
-          Kelompok gagal untuk menguji kembali semua alternative yang bukan dari mayoritas
-          Pendapat para ahli tidak dicari
-          Kelompok sangat efektif dalam mengumpulkan dan menghadirkan informasi yang ada
-          Kelompok begitu percaya diri dengan ide-idenya yang tidak mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan dari rencana
Janis yakin jawaban dari masalah-masalah pemikiran kelompok dengan mengikuti langkah-langkah ini dalam mengambil keputusan:
-          Mendorong semua orang untuk menjadi evaluator kritis dan menunjukan tempat mereka kapanpun mereka hadir
-          Tidk memiliki pemimpin yang menyatakan sebuah pilihan dimuka umum
-          Menyusun sebuah kebijakan kelompok yang indipenden yang terpisah
-          Membagi kedalam kelompok kecil
-          Membahas apa yang sedang terjadi dengan yang lainnya di  luar kelompok
-          Membahas apa yang sedang terjadi dengan yang lainnya diluar kelompok
-          Mengundang orang luar ke dalam kelompok untuk memberikan ide-ide segar
13
-          Menilai individu setiap kali ada pertemuan yang menjadi pengacara setan
-          Menghabiskan waktu yang dibutuhkan untuk melihat tanda-tanda peringatan
-          Memegang kesempatan kedua untuk mempertimbangkan kembali keputusan sebelum mengakhirinya

·         Tradisi Kritis
Dalam tradisi kritis, sebuah kritik kokoh pada kelompok kecil berasal dari pemikiran feminis, mulai dengan beberapa pembedaan dasar oleh Bales, antara tugas dan usaha emosi social contohnya. Sebagai contoh, Bales menggolongkan pernyataan “setuju” dan “tidak setuju” sebagai “emosional”, ketika mereka dapat meneruskan jalannya acara. Pemikiran femisis mempertanyakan dasar pembagian kinerja kelompok dalam persamaan tugas dengan pria dan wanita dengan emosi, menyarankan pembagian ini dapat menjadi hasil dari sistem kode Bales.
Mencari perhatian orang lain, feminis juga mempertanyakan penelitian yang menyarankan bahwa wanita lebih menunjukan siss seksual dalam kelompok daripada pria. Apakr feminis juga mendukung usaha teori kinerja kelompok antarbudaya dengan berfokus pada partisipasi setara dan kerja sama yang saling menghormati sebagai cara untuk menegosiasikan perbedaan kelompok secara efektif. Pakar feminis tertarik dalam kelompok yang menentang pembagian dan asimsi jenis kelamin yang dibahas dalam kinerja kelompok sebelumnya.

6.      ORGANISASI
·         Tradisi Sosiopsikologis
a.       Teori Weber tentang birokrasi
·         Tradisi Sibernetika
a.       Proses bernegosiasi
b.      Teori Co-orientasi Taylor tentang organisasi
c.       Teori jaringan
·         Tradisi Sosiokultural
a.       Teori Strukturasi
b.      Teori kendali organisasi
c.       Budaya organisasi
·         Tradisi Kritis
a.       Wacana kecurigaan dari Dennis Mumby
b.      Deetz pada Manajerialisme dan demokrasi organisasi
c.       Gender dan ras dalam komunikasi organisasi


14


7.      MEDIA
Komunikasi massa merupakan proses organisasi media menciptakan dan menyebar pesan-pesan pada masyarakat luas dan proses tersebut dicari, digunakan, dipahami, dan dipengaruhi oleh audiens. Salah satu model awal untuk menggambarkan pandangan ini adalah model yang digunakan oleh Harold Lasswell. Beliau sering menghadirkan model komunikasi sederhana dan digunakan: siapa mengatakan apa, disaluran mana, untuk apa, dengan pengaruh apa.
·         Tradisi Semiotik
a.       Jean Baudrillard dan semiotic media

·         Tradisi Sosiokultural
a.       Teori media
b.      Teori media klasik
c.       Susunan pada McLuhan
d.      Teori media baru
e.       Fungsi penyusunan agenda
f.       Penelitian media tindakan social

·         Tradisi Sosiopsikologis
a.       Teori pengaruh
b.      Teori pengembangan
c.       Pengguaan, kepuasan, dan ketergantungan
d.      Teori nilai dugaan
e.       Teori ketergantungan

·         Tradisi Sibernetika
a.       Opini masyarakat dan spiral ketenangan

·         Tradisi Kritis
a.       Cabang-cabang teori kritis media
b.      Penelitian media feminis
c.       Penggambaran dan penerimaan
d.      Penyamaan
e.       Kritik media oleh bell hooks


8.      Budaya dan Masyarakat
·         Tradisi Semiotik
a.       Relativitas linguistic
b.      Kode-kode meluas dan terbatas

15
·         Tradisi Sibernetika
a.       Penyebaran informasi dan pengarah
-          Hipotesis dua langkah Lazarsfeld
-          Teori penyebaran informasi Everett Rogers

·         Tradisi Fenomenologis
a.       Hermeneutika Budaya

·         Tradisi Sosiokultural
a.       Spiral ketenangan
b.      Etnografi komunikasi
c.       Etnografi performa

·         Tradisi Kritis
a.       Modernisme: Marxisme, Frankfurt School, Feminis
b.      Post modernisme: kajian budaya, kajian budaya feminis, teori ras kritis
c.       Post-strukturalisme: Foucault
d.      Post-Kolonialisme: Minh-ha















16
Daftar Pustaka

Ardianto & bambang, 2007, Filsafat Ilmu Komuniasi, Simbiosa Rektama Media, Bandung
Prof. Dr. H. M. Burhan Bungi, S.sos. M.Si
http://bafeto.blogspot.co.id/2012/12/teori-komunikasi-berdasarkan-paradigma.html|?m=1
Littlejohn, Foss, 2009, Theories Of Humn Communication

Komentar